Sebelumnya, Pemkab Natuna telah melayangkan surat resmi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada 29 Desember 2025.
Mengingat Natuna memiliki luas wilayah mencapai 264.198,37 km² yang didominasi 99 persen perairan, konektivitas laut adalah urat nadi kehidupan.
Berikut adalah poin-poin strategis yang diusulkan Pemkab Natuna dalam percepatan infrastruktur laut:
Prioritas Utama: Pembangunan Pelabuhan Pulau Panjang dan lanjutan Pelabuhan Seluan.
Rehabilitasi & Revitalisasi: Pelabuhan Selat Lampa, Pelabuhan Tanjung Batu, Tanjung Bayan, dan rambu laut di alur Pelabuhan Penagi.
Fasilitas Ro-Ro: Pembangunan pelabuhan penyeberangan di Sedanau beserta fasilitas pendukung seperti plengsengan dan ruang tunggu.
Keamanan Navigasi: Pengembangan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di wilayah Midai, Pulau Laut, dan Serasan.
Memasuki tahun anggaran 2026, Pemkab Natuna mengusulkan sekitar 41 titik pelabuhan yang tersebar di 11 kecamatan untuk menjalani Pre-Feasibility Study (Pra-Studi Kelayakan).
Bupati Cen Sui Lan menekankan bahwa pembangunan pelabuhan merupakan bagian dari strategi pertahanan nasional sekaligus penguatan ekonomi berbasis kelautan.
“Pembangunan pelabuhan harus mampu menjawab kebutuhan konektivitas, mendukung sistem logistik nasional, serta mengoptimalkan potensi ekonomi kelautan dan perikanan masyarakat,” pungkasnya.










