Dengan posisi geografis yang sangat strategis di kawasan perbatasan laut internasional, Natuna seharusnya menjadi salah satu simpul logistik maritim nasional.
Secara historis, pada abad ke-17, Pulau Natuna dikenal sebagai titik persinggahan kapal dagang Asia Tenggara ke Nusantara dan Eropa, bagian dari jalur sutera maritim.
Namun, kejayaan itu perlahan terlupakan. Saat ini, keterbatasan infrastruktur seperti pelabuhan bertaraf ekspor dan jalur penerbangan reguler menjadi hambatan utama pengembangan ekonomi wilayah.
“Jika infrastruktur ini benar-benar terwujud, bukan hanya logistik dan mobilitas masyarakat yang meningkat. Tapi daya saing dan daya tawar ekonomi Natuna akan melonjak drastis,” terang Cen.
“Namun jika ini hanya jadi catatan rapat, maka kunjungan ini akan jadi satu lagi dari deret panjang janji yang mampet di birokrasi Jakarta.”
Sebelum mengunjungi Kementerian Perhubungan, Bupati Cen juga telah menyambangi Bappenas dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendorong sinergi lintas sektor dalam pembangunan Natuna.
Langkah maraton ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah daerah untuk memastikan Natuna tidak lagi terpinggirkan dari arus pembangunan nasional.







