“Kami ingin komunitas tidak hanya menjaga laut, tetapi juga menggerakkan ekonomi biru di wilayah pesisir dan perbatasan,” jelas Ria.
Menurut Ria, hingga saat ini ada 19 komunitas lokal yang telah mendapat pelatihan organisasi dan keuangan dasar. Komunitas-komunitas ini telah melakukan sejumlah aksi nyata sepanjang tahun 2025, seperti pembuatan terumbu karang buatan, pembangunan rumpun, penanaman mangrove, hingga kegiatan rutin bersih pantai.
Kolaborasi Internasional dan Akademis
Program Komunitas Maritim ini merupakan kolaborasi antara James Cook University, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji (FISIP UMRAH), serta dukungan dari pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk menciptakan model pengelolaan sumber daya laut yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.













