“Pasar murah ini sangat membantu kami,” kata Rina (55), warga Midai, yang mengaku harga kebutuhan pokok sering melonjak karena kapal Pelni dan roro tidak selalu bisa merapat akibat cuaca. “Kami berharap pemerintah bisa membangun pelabuhan roro untuk Midai,” harapnya.
Selain sembako, Cen juga menyerahkan bantuan beras, santunan kecelakaan kerja, serta program perlindungan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penopang bagi para pekerja rentan di pulau tersebut.
Anggaran Rp200 Juta untuk Revitalisasi Pasar Midai
Salah satu poin yang paling dinanti adalah respons Cen terhadap aspirasi warga dalam dialog terbuka. Di hadapan masyarakat Midai, ia langsung menyetujui usulan revitalisasi pasar tradisional.
“Tadi ada usulan soal perbaikan pasar. Kita anggarkan Rp200 juta untuk revitalisasi agar pasar bisa kembali menjadi pusat perekonomian,” tegasnya.
Cen juga mendorong dunia perbankan agar turut hadir dan membuka layanan di Midai untuk memperkuat perputaran ekonomi masyarakat.
Cen menegaskan komitmennya mendorong percepatan pembangunan bersama seluruh OPD, dengan fokus pada kebutuhan dasar rakyat.
“Ke depan, program yang kita bawa adalah program pro-rakyat. Semoga tahun depan anggaran lebih longgar. Kita sama-sama berdoa agar Natuna dan Midai jauh lebih baik,” ujarnya.













