Sebagai langkah darurat, pemerintah bersama PT Air Batam Hilir (ABH) masih mengandalkan distribusi air bersih melalui mobil tangki. Bantuan ini diakui membantu dalam kondisi mendesak, namun belum menjawab persoalan utama: kapan air bersih bisa mengalir normal, stabil, dan layak pakai di rumah warga tanpa bergantung pada tandon.
Di tengah peninjauan waduk, instruksi percepatan, dan ekspos dokumentasi, warga Batam menunggu satu hal yang lebih konkret. Bukan sekadar memastikan pejabat hadir dan terekam kamera di sumber air, tetapi memastikan air benar-benar hadir di keran rumah mereka.
Sebab bagi masyarakat, ukuran keberhasilan bukan pada seberapa sering waduk ditinjau, melainkan seberapa sering air mengalir.













