Mengingat potensi penurunan tekanan hingga penghentian sementara alir air, BP Batam mengimbau masyarakat untuk segera mengantisipasi kondisi ini.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan dan menggunakannya secara bijak hingga pasokan listrik kembali normal,” tambah Ariastuty.
Selain memprioritaskan penanganan air bersih, BP Batam bersama PLN Batam bergerak mengamankan pasokan listrik di objek-objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti rumah sakit, Bandara Internasional Hang Nadim, dan pelabuhan.
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh pasca-pemulihan. Menurutnya, keandalan listrik adalah penopang utama aktivitas industri dan iklim investasi di Batam.
“Kami mendorong evaluasi bersama PLN Batam untuk mengidentifikasi penyebab gangguan dan memperkuat langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” tegas Fary.
Hingga pukul 08.49 WIB, PLN Batam telah melakukan penormalan jaringan secara bertahap dengan memprioritaskan sektor pelayanan publik. BP Batam memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan dan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat.














