LIRA Batam mendesak BP Batam untuk melakukan klasifikasi data yang lebih transparan:
Memisahkan mana investasi yang sudah membangun pabrik dan gudang.
Menunjukkan mana investasi yang baru sebatas rencana administratif.
Herry menekankan bahwa investasi riil memiliki efek domino yang besar. Ketika sebuah pabrik benar-benar berdiri, ia tidak hanya menyerap ribuan buruh, tetapi juga menghidupkan sektor pendukung lainnya.
“Kalau investasi itu riil menyerap tenaga kerja, maka pekerja akan memiliki penghasilan untuk berbelanja. Hal ini akan mendukung tumbuhnya daya beli masyarakat dan membuat pelaku usaha serta sektor UMKM kembali bergairah,” paparnya.
Menutup pernyataannya, Herry berharap BP Batam bekerja lebih keras untuk memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar menyentuh akar rumput. Ia menilai saat ini masyarakat belum sepenuhnya merasakan dampak dari pertumbuhan ekonomi tinggi yang kerap dipaparkan pemerintah.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi itu dirasakan di kantong masyarakat, bukan hanya sekadar angka yang bagus dibaca di laporan tahunan. BP Batam harus memastikan investasi tersebut berdampak positif secara nyata,” pungkasnya.













