Ariastuty juga menegaskan komitmen BP Batam dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Salah satunya melalui pengembangan Kawasan Agribisnis Temiang, yang diharapkan dapat menjadi pusat produksi dan promosi produk lokal.
“Mari kita sambut peluang dan kolaborasi dengan para stakeholder untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM Batam,” ajaknya.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya mendorong Batam sebagai pusat ekonomi berbasis kerakyatan, sekaligus menunjukkan arah kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.













