Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, memberikan apresiasi tinggi setelah melihat langsung simulasi kerja robot serangga yang telah memenangkan berbagai penghargaan internasional tersebut. Ia menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Basarnas untuk implementasi di lapangan.
“BNPB dan Basarnas memiliki tugas yang berkaitan. Saya akan hubungi Kepala Basarnas untuk membahas pemanfaatan penemuan mahasiswa ini. Jika disepakati, BNPB siap mendukung dari sisi pendanaan,” tegas Suharyanto.
Selain robot kecoa, Undip juga memperkenalkan dua produk kemanusiaan lainnya:
Kursi Bersalin Portabel: Solusi persalinan darurat di lokasi pengungsian atau wilayah terisolasi.
Nutri Sun D3 (MPASI): Makanan pendamping ASI bergizi tinggi untuk mencegah stunting pada bayi di area bencana.
Suharyanto menilai produk MPASI ini sangat krusial karena selama ini logistik bencana seringkali hanya fokus pada makanan siap saji untuk orang dewasa. “Jika memenuhi ketentuan legalitas, produk ini bisa masuk ke e-katalog Kedeputian Logistik BNPB,” tambahnya.
Kerja sama ini merupakan kali kedua bagi kedua instansi. Sebelumnya, Undip sukses membantu BNPB dalam penanganan dampak Siklon Tropis Senyar di Aceh pada November 2025 melalui teknologi water treatment yang mengubah air keruh menjadi air bersih layak konsumsi.













