Kematian tragis bayi Sam memicu reaksi keras global. Konsulat Inggris di Yerusalem mengaku sangat terkejut dan mendesak adanya investigasi yang transparan dan akuntabel.
“Kami menyerukan adanya investigasi dan pertanggungjawaban yang segera dan transparan,” tulis pernyataan resmi Konsulat Inggris melalui akun X mereka.
Kasus Sam menambah daftar panjang kekejaman terhadap anak-anak di Tepi Barat. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak konflik memanas, di mana sedikitnya 240 korban di antaranya adalah anak-anak.
Lembaga hak asasi manusia Israel, Yesh Din, membeberkan fakta miris bahwa hukum jarang menyentuh tentara Israel yang melakukan pelanggaran. Dari 2.427 pengaduan yang masuk sejak 2016 hingga 2024, kurang dari 1% kasus yang berujung pada meja hijau atau dakwaan hukum.







