Sebuah timah panas menembus tangan Abu Haikal sebelum akhirnya menghantam tubuh mungil Sam yang berada di gendongan ibunya. Tak hanya merenggut nyawa Sam, serpihan peluru tajam juga bersarang di dekat jantung sang ibu, yang hingga kini dilaporkan masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Kontradiksi Militer Israel dan Fakta di Lapangan
Pihak Israel Defense Forces (IDF) berkilah dan mengeluarkan versi berbeda. Melalui pernyataan resminya kepada The Guardian, IDF berdalih pasukannya mengira kendaraan tersebut melaju kencang untuk menyerang mereka, sehingga seorang tentara melepaskan “tembakan tunggal”.
IDF mengklaim insiden ini sedang ditinjau dan menyampaikan duka mendalam bagi warga sipil yang tidak terlibat.
Namun, pembelaan diri pihak militer tersebut dibantah keras oleh Abu Haikal. Ia menegaskan kondisi saat itu siang bolong, cuaca sangat terang, jarak tentara hanya sekitar 10 meter, dan kaca mobilnya sama sekali tidak gelap.
“Dia melihat saya, dia melihat istri dan anak-anak saya. Anda tidak bisa mengatakan dia tidak melihat bahwa itu adalah sebuah keluarga. Kami tidak bergerak sama sekali, dan setelah menembak, tentara itu langsung pergi begitu saja,” cetus sang ayah saat prosesi pemakaman Sam pada Sabtu (6/6/2026).







