“Info yang kita terima, jeda kejadian dan laporan itu sekitar 2 jam. Ditambah lagi saat ini kondisi air sedang pasang tinggi,” ujar Dedius di lokasi kejadian, Senin (22/6/2026).
Petugas telah melakukan penyisiran di parit kecil sekitar rumah korban, namun tidak menemukan adanya indikasi korban tersangkut. Saat ini, radius pencarian telah diperluas hingga mencapai 2 kilometer dari titik awal perkiraan jatuhnya korban di dekat Masjid Al Anshar hingga ke lapangan voli.
Mengingat arus yang sangat deras akibat curah hujan tinggi di dataran tinggi, Tim SAR Gabungan menerapkan beberapa strategi khusus untuk mengoptimalkan pencarian:
Penyelaman Bawah Air: Tim SAR akan melakukan penyelaman di titik-titik krusial yang diduga menjadi lokasi korban tersangkut, dengan kedalaman berkisar antara 3 hingga 5 meter.
Penyisiran Kasat Mata di Muara: Jika hasil penyelaman nihil, penyisiran akan digeser ke arah muara. Meski sempat diguyur hujan deras, kondisi muara terpantau masih dangkal sehingga memudahkan pengamatan visual.
Antisipasi Jalur Laut: Mengingat posisi muara yang sudah dekat dengan laut, personel TNI AL telah disiagakan di area laut untuk melakukan penyisiran intensif agar korban tidak terbawa lebih jauh.













