“Saya sempat khawatir, karena di Medan kami tidak ada keluarga. Dia sendirian di Medan. Tapi saat saya berbicara langsung dengan salah seorang senior Sananta di klub terdahulu, saya yakin dan menyerahkan semuanya,” kata sang ayah.
Sananta jadi topskor saat itu dan mengantarkan Arjuna Putera di posisi empat besar dari awalnya berada pada posisi 16 klasemen. Dari tim Arjuna Putera, Sananta direkrut Persikabo Bogor oleh coach Listiyadi.
Namun, minimnya menit bermain di Persikabo membuat Sananta mencoba trial di klub lain. PSM Makassar jadi labuhan selanjutnya.
“Sananta sempat trial di PSM Makassar. Akhirnya dipercayai Fernando Tavares (eks pelatih PSM), alhamdulillah Sananta layak direkrut pemain junior PSM,” ujarnya.
Gemilang di PSM dan berhasil menjadi salah satu pemain yang membawa tim ‘Juku Eja’ juara Liga 1 Indonesia, Sananta dipanggil Indra Sjafri untuk masuk dalam Timnas U-22.
Bersama Timnas muda, Sananta diperhitungkan publik. Ia membuktikan kelayakannya bersaing sebagai pemain muda terbaik dengan membawa Indonesia menjuarai ajang Sea Games 2023 dan menjadi Top Skor dengan mengemas lima gol bersama Fajar Faturrahman.













