Selain aspek keselamatan kerja, cara perusahaan menangani krisis dari sisi komunikasi publik juga menuai sorotan. Seorang karyawan PT ASL Shipyard yang enggan disebutkan namanya mengaku dilarang keras memberikan keterangan kepada media.
“Manajemen melarang kami berbicara. Informasi benar-benar ditutup,” ujarnya.
Hingga kini, pihak PT ASL Shipyard belum memberikan pernyataan resmi terkait kebakaran kapal yang terjadi pada Minggu siang tersebut.
Publik kembali menanti langkah tegas aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mengusut penyebab kebakaran, sekaligus memastikan penerapan standar keselamatan kerja di kawasan galangan kapal Batam tidak lagi sekadar formalitas.







