“Yang terakhir Rp268 triliun, untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung,” terang Purbaya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa langkah perbaikan manajemen ini diharapkan mampu menutup celah pemborosan anggaran:
Target Utama: Mengoptimalkan dana BGN agar lebih efektif dan efisien.
Instruksi Presiden: Penataan ulang cara belanja program agar tepat sasaran.
Sinyal Efisiensi: Akan ada penghematan lebih lanjut dari angka pagu saat ini.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis saat ini telah menyentuh angka Rp75 triliun. Angka ini setara dengan 22,4% dari total alokasi awal APBN untuk program tersebut yang direncanakan sebesar Rp335 triliun (sebelum penyesuaian pagu BGN menjadi Rp268 triliun).
Sejauh ini, dana tersebut diklaim telah tersalurkan secara masif ke berbagai wilayah di Indonesia dengan rincian capaian sebagai berikut:
Sebagai informasi, total alokasi dana awal tersebut sebagian ditopang oleh Dana Standby BA BUN (Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara) sebesar Rp67 triliun yang dikeluarkan melalui kebijakan presiden sebagai dana cadangan.
Dari total pagu Rp268 triliun yang dikelola penuh oleh BGN saat ini, sebanyak 93% di antaranya dialokasikan khusus untuk eksekusi program Makan Bergizi Gratis.







