Merespons masifnya aspirasi dan keluhan warga di media sosial, Amsakar menekankan pentingnya sinergi antara Pemko dan BP Batam. Menurutnya, persoalan air bersih, banjir, dan tumpukan sampah tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan koordinasi lintas instansi dari tingkat pelaksana hingga pimpinan.
Informasi publik juga diminta untuk dikelola secara terarah agar masyarakat mendapatkan solusi pasti dan tidak memicu polemik baru. Sorotan tajam diarahkan kepada para Camat dan Lurah sebagai garda terdepan pelayanan.
“Setiap keluhan warga harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata, bukan sekadar diteruskan tanpa penyelesaian. Kalau komunikasi yang tanggap ini terbangun dengan baik, saya yakin permasalahan akan lebih mudah diselesaikan,” paparnya.
Selain menuntut kinerja pelayanan, Amsakar juga menyoroti kedisiplinan dan integritas aparatur pemerintahan. Ia menginstruksikan para pimpinan unit kerja agar tidak membiarkan pelanggaran jam kerja berlarut-larut. Sanksi harus diberikan secara berjenjang dan konsisten guna menjaga profesionalisme instansi.
Pada penghujung apel, suasana berubah hangat saat Amsakar menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun secara simbolis kepada sejumlah pegawai Pemko Batam yang memasuki masa purna tugas.














