harris
Nasional

Buntut Panjang Skandal Penyadapan: Istana Tegas Sebut Aksi Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah ke Makar!

10
×

Buntut Panjang Skandal Penyadapan: Istana Tegas Sebut Aksi Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah ke Makar!

Share this article
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Jakarta – Skandal dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden RI Prabowo Subianto kini memasuki babak baru yang jauh lebih genting.

Pihak Istana Kepresidenan secara resmi mengkategorikan operasi spionase yang diduga didalangi oleh mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut sebagai tindakan yang mengarah pada upaya makar.

Pernyataan keras ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam jumpa pers yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (4/11/2026) pagi.

BACA JUGA:  Mabes Polri Turun Tangan Cek Isu Penyadapan Presiden Prabowo yang Menyeret Nama KSP Listyo Sigit

“Kami berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori, bisa kita anggap ini perbuatan mengarah ke perbuatan makar,” tegas Prasetyo di hadapan para awak media.

Tudingan makar yang dilontarkan pihak Istana bukan tanpa alasan kuat. Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penyadapan ilegal yang menargetkan komunikasi Ring Satu—terutama Presiden—memiliki eskalasi ancaman yang sangat fatal.

BACA JUGA:  Babak Baru Kasus Karhutla: Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka, 3 Berstatus Modal Asing

Operasi senyap yang dilakukan Listyo Sigit beserta komplotannya dinilai secara langsung berpotensi membocorkan rahasia vital negara dan membahayakan kepentingan nasional yang lebih luas.

“Termasuk membahayakan pimpinan negara,” ungkap Prasetyo.

Pernyataan ini mencerminkan kegusaran serius dari pemerintah terhadap penyalahgunaan wewenang di tingkat perwira tinggi kepolisian yang membajak sistem intelijen untuk kepentingan yang tidak sah.

BACA JUGA:  Bukan untuk Negara! Eks Kompolnas Bongkar Ada 'Tuan Besar' Lain di Balik Operasi Sadap Listyo Sigit