Gudangberita.co.id, Karimun – Majelis Rakyat Kepulauan Riau (MRKR) mengambil langkah progresif demi memperjuangkan infrastruktur di wilayah perbatasan. Sebagai representasi aspirasi masyarakat, MRKR menyatakan akan menyampaikan pandangan resmi secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia terkait percepatan pembangunan di daerah tersebut.
Dalam surat yang juga ditembuskan kepada Badan Anggaran DPR RI, Kepala Kantor Staf Presiden, dan Menteri Perhubungan tersebut, MRKR mendesak Pemerintah Pusat untuk menempatkan proyek perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Raja Haji Abdullah Karimun di Sei Bati sebagai bagian dari agenda strategis nasional.
Langkah ini diambil karena MRKR menilai keterbatasan kapasitas bandara saat ini telah membatasi ruang gerak pertumbuhan daerah, menghambat investasi, dan memperlambat konektivitas logistik di wilayah terluar.
Menurut MRKR, perhatian khusus dari Presiden sangat dibutuhkan karena pembangunan di wilayah kepulauan dan perbatasan tidak bisa lagi diukur dengan kacamata lama. Pembangunan infrastruktur transportasi udara di garda terdepan tidak boleh hanya didasarkan pada jumlah populasi atau kepadatan wilayah daratan.
“Paradigma pembangunan Indonesia harus bergeser kepada nilai strategis suatu wilayah dalam menjaga kedaulatan negara, memperkuat konektivitas nasional, serta membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tegas MRKR dalam keterangan tertulisnya.










