Melalui momentum ini, MRKR mendorong adanya sinergi yang kuat dalam hal kebijakan dan percepatan penganggaran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga DPR RI.
Dukungan nyata dari pusat diharapkan dapat segera merealisasikan perpanjangan runway ini agar tidak sekadar menjadi wacana bertahun-tahun. Bagi MRKR, masa depan kawasan barat Indonesia sangat bergantung pada keseriusan negara dalam membenahi pintu-pintu masuk utamanya.
“Sudah saatnya Karimun tidak hanya dikenal sebagai daerah yang strategis di peta, tetapi juga memperoleh dukungan infrastruktur yang sepadan dengan peran strategisnya bagi masa depan Indonesia. Membangun runway Bandara Raja Haji Abdullah Karimun bukan sekadar membangun landasan pacu, tetapi membangun konektivitas, daya saing, dan masa depan kawasan barat Indonesia,” tutup pernyataan resmi tersebut.










