Gudangberita.co.id, Batam – Bagi Ramon Damora, Oktober 2025 adalah bulan yang penuh ujian kesabaran. Di tengah persiapannya untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, sebuah kabar buruk datang dari sang anak. Sepeda motor Honda Scoopy kesayangan keluarga raib saat diparkir di kawasan Alun-Alun Engku Puteri, Batam Centre.
Antara rasa “gregetan” dan sedih, Ramon mengaku sempat kehilangan konsentrasi. Sebagai orang tua, ia terpukul bukan hanya karena hilangnya harta benda, tapi karena mengetahui betapa hancur hati anaknya yang sangat menyukai motor tersebut. Apalagi, kendaraan itulah yang setiap hari setia menjadi tumpuan sang anak menuntut ilmu ke sekolah.
Menghadapi musibah curanmor di tengah niat suci berangkat ke Baitullah tentu bukan perkara mudah. “Gimana gak risih,” kenangnya. Namun, Ramon memilih untuk berserah diri. Ia menganggap hilangnya motor tersebut sebagai bagian dari cobaan hidup yang harus dilalui dengan ikhlas.
Ia sempat berada di titik pasrah dan benar-benar mengikhlaskan jika motor itu tak kembali. Dalam diam, ia hanya bisa melangitkan doa, memohon yang terbaik kepada Sang Pencipta. Siapa sangka, doa di tengah kepasrahan itu justru dijawab melalui tangan-tangan sigap jajaran kepolisian.













