Gudangberita.co.id, Batam – Kota Batam menjadi pusat perhatian nasional setelah menjadi tuan rumah Multaqo Perhimpunan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) ke-15, Rabu (23/10/2025).
Dari kota perbatasan ini, para pemimpin pesantren dan lembaga dakwah Indonesia sepakat mendorong transformasi pendidikan Islam agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Kegiatan yang digelar di Hotel Harmoni One, Batam, ini diikuti 250 tokoh pendidikan Islam dari 124 lembaga di seluruh Indonesia. Mereka merumuskan strategi baru menjawab tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan kebutuhan generasi muda terhadap pendidikan Islam modern.
Pesantren dan Tahfiz Harus Beradaptasi dengan Era Digital
Ketua Panitia dan Ketua Yayasan Islam Al Kahfi Batam, Muhammad Rizal Chery, menegaskan bahwa pesantren dan rumah tahfiz harus semakin terbuka terhadap inovasi teknologi, baik dalam sistem pengajaran maupun pengelolaan lembaga.
“Membuka lembaga pendidikan Islam, terutama rumah tahfiz dan pesantren yang adaptif dengan teknologi, adalah ikhtiar menghadapi zaman digital ini. Dakwah bil hal harus relevan, profesional, tetapi tetap berpegang pada syariat,” ujar Muhammad Rizal Chery.







