BatamDPRD Batam

Anggota DPRD Batam Asnawati Atiq Tinjau Langsung Pengerukan Sungai Sei Tering untuk Atasi Banjir

187
×

Anggota DPRD Batam Asnawati Atiq Tinjau Langsung Pengerukan Sungai Sei Tering untuk Atasi Banjir

Share this article
Anggota DPRD Kota Batam dari Komisi IV, Hj. Asnawati Atiq, S.E., M.M., yang turun langsung meninjau progres penanggulangan banjir di kawasan padat penduduk Sei Tering, Kelurahan Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar. (ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Upaya penanggulangan banjir di kawasan padat penduduk Sei Tering, Kelurahan Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, mulai menunjukkan langkah konkret. Pada Senin, 24 Juni 2025, pengerukan tanah lumpur di aliran sungai kawasan RW 007 dan RW 021 resmi dimulai dan masih terus berjalan hingga Jumat, 3 Juli 2025.

Kegiatan ini menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kota Batam dari Komisi IV, Hj. Asnawati Atiq, S.E., M.M., yang turun langsung meninjau progres di lapangan. Politisi Fraksi NasDem ini menegaskan, normalisasi sungai Sei Tering adalah salah satu langkah strategis untuk mencegah bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut saat musim hujan.

BACA JUGA:  Mudik Idul Fitri 1447 H: Polda Kepri Terjunkan 1.450 Personel, Warga Bisa Titip Kendaraan Gratis di Kantor Polisi

“Ini bentuk kolaborasi nyata antara masyarakat, RW, Pemko Batam, dan kami di legislatif. Harapannya, warga tidak lagi khawatir banjir saat hujan deras turun,” ujar Bu Atiq saat diwawancara di lokasi pengerukan.

Penanggulangan banjir di kawasan padat penduduk Sei Tering, Kelurahan Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak. PT Union, melalui penanggung jawab wilayah Ariyanto, menurunkan dua armada lori pengangkut lumpur dan tanah. Sementara alat berat disediakan oleh Pemko Batam, dan penanggung jawab teknis di lapangan adalah Ketua RW 007, Siti Fatimah.

BACA JUGA:  Ayah Angkat di Sagulung Tega Cabuli Putrinya, Tepergok Pemilik Kos Tanpa Busana di Kamar

Siti menyampaikan terima kasih atas kepedulian semua pihak. Ia berharap pengerukan ini menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan drainase dan genangan air di wilayahnya.