BatamSingapura

Nestapa di Balik Pulangnya PMI ke Batam: Malapraktik RS Singapura?

429
×

Nestapa di Balik Pulangnya PMI ke Batam: Malapraktik RS Singapura?

Share this article
Septia dengan jari-jari yang tampak membusuk dan menghitam. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Kota Batam menjadi saksi perjalanan memilukan Septia Kurnia Rini (38), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jember, Jawa Timur.

Septia diduga menjadi korban malapraktik di sebuah rumah sakit di Singapura dan dipulangkan melalui Batam dalam kondisi mengenaskan.

Septia, yang sudah tiga tahun bekerja di Singapura, mulai menghadapi masalah kesehatan pada September 2024.

BACA JUGA:  Dulu Viral Skandal DPRD, Kini Carolein Parewang Ditangkap Polisi Kasus Penggelapan Mobil

Sebuah bisul tanpa mata muncul di selangkangannya, berwarna merah dan sangat nyeri.

Setelah obat pereda nyeri seperti Panadol tidak memberikan efek, ia memutuskan memeriksakan diri ke sebuah klinik yang kemudian merujuknya ke rumah sakit.

“Dengan ditemani adik majikan, saya pergi ke rumah sakit. Majikan saya sedang berada di Indonesia,” ujar Septia.

BACA JUGA:  Arus Balik Idulfitri 1447 H: Polda Kepri Siagakan Personel di Pelabuhan dan Bandara, Waspada Puncak Kepadatan

Ia menjalani operasi untuk menangani bisul tersebut, tetapi kondisi malah memburuk. Setelah operasi, Septia tidak sadarkan diri selama sembilan hari.

Ketika terbangun, ia menemukan tangan dan kakinya dalam kondisi terikat dan menghitam seperti membusuk.

“Saya tidak mendapat penjelasan apa pun dari petugas medis,” kata ibu dua anak ini, dengan nada kecewa.

BACA JUGA:  Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan, Maxim Batam dan YPSSI Santuni Puluhan Anak Yatim

Dipulangkan Lewat Batam

Setelah 13 hari tanpa tanda-tanda kesembuhan, majikan Septia memutuskan memulangkannya ke Indonesia. Ia dikirim melalui kapal feri menuju Batam, ditemani perwakilan dari majikannya. Di Batam, ia mendapat perawatan medis selama hampir satu bulan.