WisataZona Headline

Bali Tak Seperti Dulu, Media Asing Soroti Ledakan Turis Pasca Covid-19

221
×

Bali Tak Seperti Dulu, Media Asing Soroti Ledakan Turis Pasca Covid-19

Share this article
Media berbasis di Singapura yaitu CNA, menyoroti ledakan turis yang terjadi di Bali usai pandemi Covid-19 mereda. (Foto: Antara)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Bali – Media berbasis di Singapura yaitu CNA, menyoroti ledakan turis yang terjadi di Bali usai pandemi Covid-19 mereda.

Dalam artikel berjudul ‘Not quite the Bali it used to be? This is what overtourism is doing to the island’, media itu menilai suasana di Pulau Dewata sudah tidak sesantai dan sebebas dulu.

BACA JUGA:  Wisata Pantai Batam Diprediksi Membludak, SE Nomor 18 Tahun 2026 Resmi Berlaku

Pada Februari lalu, pemerintah katanya bahkan mengerahkan unit polisi pariwisata baru untuk menangani wisatawan asing dan domestik yang bermasalah, seperti mabuk hingga meminta uang.

“Mereka pasti kehabisan uang dan kemudian mengemis. Ada kasus seperti itu,” Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi.

Sebanyak lebih dari 70 petugas polisi pariwisata telah dikerahkan di kabupaten-kabupaten populer, seperti Canggu, Seminyak dan Kuta. Salah satu tugas mereka adalah memastikan bahwa wisatawan berpakaian pantas. Misalnya mengenakan ikat pinggang yang disediakan di pura di Bali.

BACA JUGA:  Memutus Kutukan Proyek Gagal: Pemko Batam Gandeng Swasta Bangkitkan Pasar Induk Jodoh

Perilaku para turis yang tidak sepantasnya membuat Gubernur Bali Wayan Koster pada Mei lalu mengusulkan pembatasan jumlah pengunjung. Namun usulan itu tidak terwujud.

Sementara ahun lalu, Bali mendeportasi 340 orang asing, naik dari 188 orang pada 2022. Turis asing yang dideportasi mayoritas berasal dari Rusia, Amerika Serikat, Inggris, dan Nigeria.