“Karena itu, peserta akan dibekali pelatihan khusus sebelum mengikuti seleksi tingkat Kemenaker yang dijadwalkan pada 15–19 Juni,” jelasnya.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi nasional selanjutnya akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang serta pembekalan kebudayaan, sebagai persiapan sebelum diberangkatkan ke Negeri Sakura.
Program magang ini melibatkan IM Japan bersama Kementerian Ketenagakerjaan, dan sejatinya telah berjalan sejak 2024. Namun, menurut Subihi, koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan daerah hingga kini belum mendapatkan tindak lanjut optimal.
Sebagai langkah awal, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan SMK Kelautan dan Perikanan Natuna, yang ditetapkan sebagai sekolah program unggulan. Sekolah ini sebelumnya telah berhasil mengirim enam siswa magang ke Jepang.
Selain itu, SMK Kelautan dan Perikanan Natuna juga berperan sebagai fasilitator pendaftaran, bekerja sama dengan Ikatan Persatuan Kenshusei Indonesia (Ikapeksi).
“Pendaftaran peserta saat ini sudah mulai dibuka di SMK Kelautan dan Perikanan Natuna,” tambah Subihi.
Program ini menawarkan manfaat besar bagi peserta. Untuk masa magang tiga tahun, peserta akan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 100 juta, sedangkan magang lima tahun mendapatkan hingga Rp 200 juta.







