Kapal Rusak, Tak Ada Radio, dan Tak Dilaporkan ke Otoritas
Menurut laporan, kapal berlayar tanpa muatan dan hanya membawa perbekalan secukupnya. Tragisnya, keberangkatan hanya diinformasikan kepada pihak keluarga, tanpa laporan resmi ke perangkat desa atau instansi terkait.
Hal ini menjadi catatan penting. SAR Natuna mengingatkan bahwa dalam setiap pelayaran, apalagi lintas kabupaten, alat komunikasi dan keselamatan wajib tersedia, termasuk radio, GPS, dan HP satelit, serta pelaporan aktivitas pelayaran ke pemerintah desa.
Pencarian selama empat hari ini juga memperlihatkan soliditas unsur SAR Gabungan, nelayan, dan media lokal dalam menyebarkan informasi yang krusial.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras semua unsur dan nelayan yang terlibat. Inilah bukti semangat gotong royong masyarakat maritim,” tambah Abdul Rahman.
Kedua nelayan kini telah kembali ke kampung halaman mereka di Desa Munjan, Siantan Timur, dan mendapat perhatian dari pemerintah serta keluarga.













