Dengan kondisi ini, diharapkan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas tersebut sebelum kerusakan semakin parah.
Pemerintah daerah dan dinas terkait perlu melakukan upaya perbaikan serta perawatan rutin agar wisata mangrove ini tetap menjadi ikon wisata Natuna dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Hardinansyah, memastikan bahwa perbaikan akan dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Natuna tahun 2025.
“Insyaallah tahun ini akan ada perbaikan melalui APBD Kabupaten Natuna tahun 2025. Mudah-mudahan anggaran perbaikannya tidak dipotong lagi,” ujarnya.







