Acara digelar pada 17 Juni 2025 di Harmoni One Hotel Batam. Kegiatan pelatihan dan pemagangan dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga bulan Oktober 2025.
Survei Sakernas Februari 2025 menunjukkan penurunan TPT Kepri menjadi 6,89 persen. Ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendorong pelatihan berbasis industri, akreditasi LPK, dan pemagangan sebagai strategi kunci dalam menyiapkan tenaga kerja unggul yang adaptif terhadap dinamika industri.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang agile dan berdaya saing tinggi.
“Era sekarang menuntut kita untuk agile, bukan hanya soal keahlian teknis, tapi juga pemahaman terhadap soft skill dan budaya perusahaan,” ujar Wagub.
Ia menambahkan bahwa Investasi membutuhkan tenaga kerja local, SDM Kepri yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga terus belajar dan berinovasi, tumbuh dan berkembang.
“Kalau pemerintah bergerak sendiri, hasilnya tidak akan maksimal. Harus ada keterlibatan aktif dari dunia usaha dan LPK,” tegasnya.
Pemagangan bukan sekedar simulasi praktek, namun solusi langsung menuju pekerjaan. Konsep Tailor Made Training, On the Job Training serta Pemagangan atau Pelatihan Industri terus diperbaharui dan disesuaikan dengan Man Power Plan Industri.







