PeristiwaTanjungpinang

Tragedi di Kampung Bugis: Balita Meninggal, Sistem Kesehatan Disorot

365
×

Tragedi di Kampung Bugis: Balita Meninggal, Sistem Kesehatan Disorot

Share this article
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, S.K.M, M.Si. (Foto: ist)
banner 468x60

KESEDIHAN menyelimuti Kampung Bugis setelah seorang balita, Febry Ayunindi (4), meninggal dunia di RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT). Kepergian bocah malang ini diduga berkaitan dengan keterlambatan penanganan medis dan proses rujukan yang sempat terkendala di Puskesmas Kampung Bugis. Tragedi ini memicu keprihatinan mendalam serta evaluasi menyeluruh terhadap layanan kesehatan di daerah tersebut.

BACA JUGA:  Terombang-ambing di Perbatasan Malaysia, 2 Nelayan Karimun Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, S.K.M, M.Si, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami turut berduka cita dan berharap insiden ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk lebih baik lagi dalam memberikan layanan kesehatan,” ungkap Rustam, Rabu (5/3/2025).

BACA JUGA:  Dua Jam Menegangkan, Evakuasi 30 Penumpang Bus Terbalik di Pantai Melur Berlangsung Dramatis

Hanya Keluhan Ringan

Febry awalnya dibawa ke Puskesmas Kampung Bugis dengan keluhan mencret, muntah, dan suhu tubuh mencapai 37,5 derajat Celsius.

Setelah mendapatkan oralit dan obat penurun panas, kondisinya sempat membaik. Namun, pada pukul 14.00 WIB, kondisi Febry memburuk, sehingga orang tuanya kembali membawanya ke puskesmas.