Skip to content
Gudangberita.co.id
  • WhatsApp Channel
  • Batam
  • BP Batam
  • Pemko Batam
  • DPRD Batam
  • Video
  • Batam
  • PWI Kepri
  • Natuna
  • Kepri
    • Bintan
    • Tanjungpinang
    • Karimun
    • Lingga
    • Anambas
  • Luar Negeri
  • Nusantara
  • Singapura
  • Batam Punya Cerita
News Update
Siasat Kemasan Kuaci Gagal, Ditresnarkoba Polda Kepri Ringkus Dua Pengedar Sabu di Sekupang Batam Siasat Kemasan Kuaci Gagal, Ditresnarkoba Polda Kepri Ringkus Dua Pengedar Sabu di Sekupang Batam
Fenomena ASN Live TikTok Saat Jam Kerja: Tantangan Penegakan Disiplin Digital di Pemkab Lingga Fenomena ASN Live TikTok Saat Jam Kerja: Tantangan Penegakan Disiplin Digital di Pemkab Lingga
Plh Wali Kota Batam Li Claudia: Jangan Jadikan Pancasila Cuma Hafalan, Kebijakan Publik Harus Adil Plh Wali Kota Batam Li Claudia: Jangan Jadikan Pancasila Cuma Hafalan, Kebijakan Publik Harus Adil
Pro-Kontra Instruksi Presiden Prabowo Soal Bahasa Prancis di Sekolah: Gagasan Global vs Realita Literasi Pro-Kontra Instruksi Presiden Prabowo Soal Bahasa Prancis di Sekolah: Gagasan Global vs Realita Literasi
Nelayan Natuna Diusir Kapal Trawl Asing di Laut Sendiri, Pemerintah Didesak Beri Jaminan Keamanan Nelayan Natuna Diusir Kapal Trawl Asing di Laut Sendiri, Pemerintah Didesak Beri Jaminan Keamanan

Batam Krisis Layanan Air

Alamak PT Moya! Air (tak) Mengalir Sampai Jauh
Ape Kesah

Alamak PT Moya! Air (tak) Mengalir Sampai Jauh

24/06/202330/06/2023
Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Terpopuler

  • 1
    Heboh! Sempat Bersihkan Nama Bupati Bintan, Ayu Aulia Kembali Teriak: Roby Kurniawan Kamu Jahat!
    30/05/202630/05/2026 679
  • 2
    Siapa Ayu Aulia? Intip Profil Mantan Model Dewasa yang Kini Terang-terangan Sebut Bupati Bintan: Roby Kurniawan Kamu Jahat!
    30/05/202630/05/2026 506
  • 3
    Nelayan Natuna Diusir Kapal Trawl Asing di Laut Sendiri, Pemerintah Didesak Beri Jaminan Keamanan
    31/05/202631/05/2026 381
  • 4
    Pohon Tumbang di Bandarsyah Natuna Timpa Dua Pelajar, Bhabinkamtibmas dan Warga Gerak Cepat Evakuasi
    29/05/202629/05/2026 217
  • 5
    Fenomena ASN Live TikTok Saat Jam Kerja: Tantangan Penegakan Disiplin Digital di Pemkab Lingga
    02/06/202602/06/2026 163
  • 6
    Bertahun-tahun Tak Sentuh Daging Kurban, Warga Desa Pengadah Natuna Akhirnya Tersenyum Berkat KPDN
    27/05/202627/05/2026 110
Layanan Publik PLN Batam

gudangberita.co.id

Follow us on instagram

Kreativitas para pelaku narkoba dalam mengelabui a Kreativitas para pelaku narkoba dalam mengelabui aparat hukum kembali mengocok perut sekaligus bikin geleng-geleng kepala. Kali ini, Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri dibuat heran saat menggeledah seorang pengedar berinisial ID (42) di kawasan Perumahan Tiban BTN, Sekupang, Kota Batam, pada Senin (25/5/2026). Bagaimana tidak, sebuah bungkus kuaci berwarna oranye yang lazimnya berisi camilan gurih, justru beralih fungsi menjadi "brankas" darurat untuk menyembunyikan satu paket sabu seberat 59,41 gram netto. Siasat tersebut gagal total setelah petugas dengan jeli langsung melakukan unboxing terhadap kemasan makanan ringan tersebut.

Gagalnya taktik bungkus kuaci ini menjadi pintu masuk bagi polisi untuk membongkar jaringan yang lebih luas malam itu juga. Hanya berselang satu jam, petugas sukses menciduk tersangka lain berinisial SA (33) yang kedapatan membawa 8 paket sabu seberat 174,44 gram, timbangan digital, serta mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja. Kepada penyidik, SA bernyanyi bahwa ratusan gram barang haram tersebut ia dapatkan dari seorang bandar berinisial R (DPO) dengan iming-iming upah menggiurkan sebesar Rp6.000.000 jika seluruh paket berhasil dipasarkan di wilayah Batam.

Kini, petualangan kedua pria yang nekat berbisnis zat adiktif tersebut resmi berakhir di balik jeruji besi Kantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk proses penyidikan dan pengembangan kasus. Alih-alih mendapatkan keuntungan jutaan rupiah yang dijanjikan, kedua tersangka justru harus menghadapi kenyataan pahit di pengadilan. Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang membawa ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati atau penjara seumur hidup.

#batam #batamhits #batamhits_ #sabu
Sorotan tajam mewarnai Peringatan Hari Lahir Panca Sorotan tajam mewarnai Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kota Batam ketika Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengingatkan jajarannya agar tidak terjebak dalam seremonial tahunan dan hafalan teks semata. Di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan Forkopimda di Dataran Engku Putri, Li Claudia menegaskan bahwa ujian sejati pengamalan Pancasila terletak pada lahirnya kebijakan publik yang adil dan berpihak pada masyarakat luas, bukan sekadar menjadi retorika di mimbar upacara.

Sentilan ini menjadi krusial bagi Batam yang tengah gencar memacu pertumbuhan ekonomi dan investasi. Li Claudia mengingatkan bahwa pesatnya pembangunan fisik tidak boleh mengorbankan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Di tengah tantangan disrupsi teknologi dan dinamika global, Pancasila dituntut menjadi jangkar moral yang nyata dalam setiap regulasi daerah, sehingga pembangunan yang berjalan tidak justru menciptakan ketimpangan sosial.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kota Batam dan generasi muda ditantang untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam keseharian. Pesan menohok ini menjadi pengingat keras bagi para pembuat kebijakan di Batam bahwa tolok ukur keberhasilan pembumian dasar negara adalah ketika keadilan sosial benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama rakyat kecil.

#batam #batamhits_ #batamhits #batamisland
Perairan Natuna Utara kini berada dalam kondisi da Perairan Natuna Utara kini berada dalam kondisi darurat pengawasan. Sejak 25 Mei lalu, sedikitnya enam kapal pukat harimau (trawl) diduga asal Vietnam dengan bebas menguasai wilayah tangkap Indonesia tanpa ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Kapal-kapal asing ini beroperasi secara brutal siang dan malam, memaksa para nelayan tradisional lokal untuk mundur dan mengungsi dari laut mereka sendiri demi menyelamatkan nyawa dari ancaman tabrakan fatal.

Keberanian kapal-kapal asing menjarah secara terang-terangan memicu pertanyaan besar: ada apa dengan sistem pengawasan laut Indonesia? Ketua Lembaga Pengelola Sumber Daya Pesisir (LPSDP) Natuna, Cherman, bahkan melontarkan kecurigaan bahwa kapal-kapal sebrutal itu tidak mungkin senekat itu jika status mereka sepenuhnya ilegal. Lemahnya patroli di wilayah perbatasan ini tidak hanya mencoreng kedaulatan negara, tetapi juga memberikan ruang bebas bagi pihak asing untuk merampok kekayaan laut Indonesia di depan mata.

Jika pembiaran ini terus berlanjut, dampaknya akan sangat mematikan bagi masa depan Natuna. Penggunaan pukat harimau oleh kapal asing setiap hari dipastikan bakal menghancurkan ekosistem dan menguras habis "lumbung ikan" yang selama ini dijaga kelestariannya oleh nelayan lokal. Pemerintah pusat tidak boleh lagi menutup mata; jaminan keamanan dan pengetatan patroli harus segera dilakukan sebelum nelayan Natuna kehilangan mata pencaharian atau justru dikriminalisasi di negara jiran karena terpaksa mencari ikan di luar wilayahnya sendiri.

#lautnatuna #natuna #natunakepri #ranai #illegalfishing
Sebuah kalimat bijak tak melulu lahir dari ruang s Sebuah kalimat bijak tak melulu lahir dari ruang seminar atau buku motivasi berharga mahal. Kadang, ia justru hadir dari jalanan, terpampang nyata di bagian belakang truk tangki air yang sedang berjuang menembus aspal kota. "Tak perlu iri, masing-masing punya porsi. Tetap bersyukur, meski sedikit yang penting lancar." Kalimat quotes yang sarat akan makna mendalam ini mendadak mencuri perhatian saat sang truk melintas di kawasan Bengkong Harapan, tepatnya di persimpangan yang kini tengah diusulkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam untuk berganti nama dari Simpang Pantek menjadi Simpang Junjung Budaya demi menjaga kesantunan dan nilai luhur lokal.

Ironisnya, tulisan bernada sabar dan bersyukur di bokong truk tersebut seolah menjadi satire yang begitu pas dengan realita yang sedang dihadapi warga Batam hari ini. Kehadiran truk-truk tangki air di sudut kota kini bukan lagi pemandangan asing, melainkan penyelamat yang paling dinanti. Pasalnya, urusan air bersih kini sedang menjadi barang mewah bagi sebagian masyarakat, menyusul banyaknya keluhan terkait layanan air bersih dari PT Air Batam Hilir yang kerap mampet dan enggan mengalir ke keran-keran rumah warga.

Pada akhirnya, truk tangki itu tidak hanya membawa ribuan liter air murni untuk menyambung napas harian warga, tetapi juga membawa "air segaran" bagi jiwa yang mulai jengah dengan keadaan. Kalimat di bak belakangnya seolah mengingatkan siapa saja yang membaca, termasuk warga yang sedang mengantre air, bahwa di tengah krisis yang menguji kesabaran ini, mengeluh berlebihan tak akan mengubah keadaan. Selayaknya aliran air dari tangki tersebut, hidup memang harus tetap berjalan, sedikit demi sedikit, yang penting tetap lancar.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland
Follow on Instagram

redaksi@gudangberita.co.id

Halaman

  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • About us
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Kategori
Gudangberita.co.id @2025
Gudangberita.co.id
  • Menu
    • Zona Headline
    • Batam Punya Cerita
    • Ape Kesah
    • Story Kepri
    • Polling
  • Kategori
    • Video
    • Natuna
    • Batam
    • Luar Negeri
    • Kepri
    • Nasional
    • Nusantara
    • Sepakbola
    • Politik
    • Indeks
  • Laman
    • Redaksi
    • About us
    • Kode Etik
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer