Selain itu, BEM Bersatu juga menyoroti kehadiran Tiyo dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung pada 18 Juni 2026 yang dihadiri tokoh-tokoh kritis seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dr Tifa, serta Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.
Daftar Perwakilan BEM Bersatu yang Hadir dalam Konferensi Pers:
Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA)
Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
Ardi Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS)
Ardiansyah (Ketua BEM Institut Al-Aqidah)
Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM)
Rahmat Djimbula (Ketua BEM Hukum UIC)
Dicky (BEM F.IPS Unindra)
Ahmad (BEM Fakultas Teknik Universitas BSI)
Rezky Anandar (BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI)
Menanggapi tuduhan tersebut, Tiyo Ardianto yang ditemui di lingkungan UGM pada Kamis (25/6/2026) langsung balik mempertanyakan validitas dan kapabilitas aliansi BEM Bersatu. Berdasarkan penelusurannya, oknum di dalam aliansi tersebut terbukti bermasalah.
“Setelah saya lihat beberapa organisasi yang ada di kampus tempat mereka berkuliah, itu kan kemudian mengklarifikasi bahwa 14 orang itu yang mengaku aliansi BEM Fakultas Bersatu ada yang ternyata bukan mahasiswa, ada yang sudah lulus, ada yang bukan ketua BEM tapi mengaku ketua BEM,” ungkap Tiyo.








