“Alhamdulillah kedua korban atas nama Hasan dan rekannya, Evan, diketahui dalam kondisi selamat dan berhasil dievakuasi,” ujar Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, S.E.
Keberhasilan penyelamatan Hasan dan Evan bukan tanpa alasan. Abdul Rahman menekankan bahwa respons cepat ini adalah buah dari koordinasi yang solid antara Pos SAR Anambas dengan Lanal Tarempa, Polairud Polres Anambas, BPBD, HNSI, hingga masyarakat setempat.
“Begitu informasi kami terima, seluruh unsur langsung bergerak satu komando. Apresiasi saya kepada seluruh tim gabungan yang memastikan operasi ini berjalan aman dan lancar,” tambah Abdul Rahman.
Setelah melalui pemeriksaan singkat, kedua nelayan tersebut akhirnya dipulangkan ke pihak keluarga pada pukul 11.32 WIB.
Belajar dari insiden ini, Kantor SAR Natuna mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh pengguna transportasi laut di wilayah Kepulauan Riau. Pihak SAR meminta nelayan dan operator kapal untuk:
Wajib mengecek kesiapan mesin secara menyeluruh sebelum melaut.
Menyiapkan alat komunikasi cadangan yang mumpuni.
Menyediakan alat keselamatan (pelampung) yang mudah dijangkau.
Kini, Hasan dan Evan telah kembali berkumpul bersama keluarga, namun peristiwa enam jam di tengah laut Anambas ini menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara bahaya dan keselamatan di laut lepas.













