Beberapa kali juga ia melihat mahasiswa Politeknik yang mencoba mengambil perahu remote tak jauh dari bibir waduk. “Ini memang kelihatan dangkal di tepi. Tapi beberapa langkah udah sedalam leher. Kan pernah mereka dulu ngambil tutup perahunya yang lepas,” sebutnya.
Waduk Greenland memang tenang namun mematikan. Buktinya lumpur yang ada didalamnya sangat tebal. “Itu tadi dicek sama anak-anak mahasiswa tadi hampir 9 meter. Kalau airnya paling 4-5 meter. Lumpur semua itu. Makanya waduk ini keruh kuning keemasan,” ucapnya.
Ia pun berharap M Tsaqif segera ditemukan oleh Tim SAR. “Saya ya ngerasa anak saya juga itu, mereka sering makan disini. Dulu awalnya saya risih juga suara suara perahu remote ini kan di dekat tempat saya. Tapi waktu tahu kalau mereka mahasiswa yang lagi praktik dan ujicoba ya maklum aja. Mereka sering mampir,” ucapnya.











