Dian menambahkan, langkah yang diambil Telkom sejalan dengan praktik terbaik industri telekomunikasi global. Sejumlah operator dunia seperti Telstra, Telecom Italia (TIM), Telefonica, O2, hingga CETIN terbukti berhasil meningkatkan efisiensi, valuasi, serta peluang kolaborasi melalui pembentukan entitas pengelola infrastruktur jaringan secara terpisah.
Hadirnya InfraNexia juga mencerminkan komitmen Telkom dalam mendukung transformasi BUMN yang selaras dengan agenda nasional serta amanah Danantara dan Kementerian BUMN, khususnya dalam mempercepat pemerataan akses digital, meningkatkan penetrasi fixed broadband, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Sejalan dengan itu, Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama menyatakan bahwa InfraNexia akan berfokus menyediakan layanan fiber connectivity wholesale dengan prinsip transparan, adil, dan terbuka bagi seluruh pelaku industri.
“Kehadiran InfraNexia sebagai entitas yang mengonsolidasikan infrastruktur fiber akan mendorong terciptanya ekosistem telekomunikasi yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif,” kata Ketut.
Ia menambahkan, potensi pasar yang terus berkembang serta meningkatnya kebutuhan konektivitas lintas sektor membuka peluang strategis bagi InfraNexia untuk memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekosistem konektivitas nasional.













