Mahalnya harga tiket berdampak langsung pada pergerakan wisata dan mobilitas warga. Tak sedikit masyarakat Natuna yang memilih merayakan Tahun Baru di Kota Batam atau membatasi perjalanan karena biaya transportasi udara dinilai memberatkan.
Padahal, Natuna dikenal memiliki destinasi wisata bahari unggulan yang berpotensi menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Bupati Natuna Cen Sui Lan sebelumnya menegaskan bahwa transportasi udara merupakan kebutuhan dasar masyarakat Natuna yang secara geografis terpencil. Ketergantungan pada transportasi laut dinilai tidak cukup untuk menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
“Natuna punya potensi besar perikanan, wisata, sumber daya alam. Tapi sayangnya, akses masih sangat terbatas,” ujar Cen.
Sebagai upaya jangka panjang, Cen Sui Lan telah mengajukan proposal pembangunan bandara komersial kepada Komisi V DPR RI. Selama ini, operasional penerbangan di Natuna masih berada di kawasan Lanud Raden Sadjad.
Pembangunan bandara sipil diharapkan mampu membuka isolasi transportasi udara, meningkatkan frekuensi penerbangan, menurunkan harga tiket, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Natuna agar sebanding dengan potensi alam yang dimilikinya.








