Skip to content
Gudangberita.co.id
  • WhatsApp Channel
  • Batam
  • BP Batam
  • Pemko Batam
  • DPRD Batam
  • Video
  • Batam
  • PWI Kepri
  • Natuna
  • Kepri
    • Bintan
    • Tanjungpinang
    • Karimun
    • Lingga
    • Anambas
  • Luar Negeri
  • Nusantara
  • Singapura
  • Batam Punya Cerita
News Update
Maling Penutup Drainase Terowongan Pelita Ditangkap, Polisi Buru Penadah ‘Rayap Besi’ di Batam Maling Penutup Drainase Terowongan Pelita Ditangkap, Polisi Buru Penadah ‘Rayap Besi’ di Batam
Spanyol Mandul di Piala Dunia 2026, Media Malaysia Tawarkan ‘Kursus Kilat’ Cara Jebol Cape Verde Spanyol Mandul di Piala Dunia 2026, Media Malaysia Tawarkan ‘Kursus Kilat’ Cara Jebol Cape Verde
Malingnya yang Beraksi, Fasum yang Rusak, Pengusaha Besi Tua yang Kena “Ceramah” Pakta Integritas Malingnya yang Beraksi, Fasum yang Rusak, Pengusaha Besi Tua yang Kena “Ceramah” Pakta Integritas
7 Fakta di Balik Demo Warga Pulau Kasu Serang Kantor LIRA Kepri di Batam 7 Fakta di Balik Demo Warga Pulau Kasu Serang Kantor LIRA Kepri di Batam
Catatan Batam: Menghalau Lonceng Kematian Kontrol Sosial di Ruang Publik Catatan Batam: Menghalau Lonceng Kematian Kontrol Sosial di Ruang Publik

Bang Long Awi

Zuraidah, Ibunda Bang Long Doakan Sang Anak Petik Hikmah dari Kasus Rempang
Batam

Zuraidah, Ibunda Bang Long Doakan Sang Anak Petik Hikmah dari Kasus Rempang

06/03/202406/03/2024
Redaksi
Sidang Kerusuhan Demo Rempang: Bang Long Terancam 6 Tahun Penjara atau Tahanan Kota

Sidang Kerusuhan Demo Rempang: Bang Long Terancam 6 Tahun Penjara atau Tahanan Kota

Batam29/01/202429/01/2024
Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Salam Idul Fitri Pemkab Lingga

Terpopuler

  • 1
    Benarkah Alat Intelijen? Mengenal Spesifikasi PBX Finder yang Mengintai Ketua BEM UGM
    14/06/202614/06/2026 3180
  • 2
    Berkas Masuk Kejaksaan, Kasus Mantan Residivis Bunuh Istri Siri di Lingga Memasuki Babak Baru
    13/06/202613/06/2026 169
  • 3
    Diduga Aksi ‘Rayap Besi’ di Terowongan Pelita Batam Terekam Kamera, Fasilitas Publik Dirusak?
    14/06/202614/06/2026 136
  • 4
    Resmi Naik Hari Ini! Cek Rincian Harga Terbaru Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026, Bagaimana Nasib Pertalite?
    10/06/202610/06/2026 68
  • 5
    Puting Beliung Terjang Tanjung Kelit, 80 Rumah dan Dua Sekolah Rusak
    13/06/202613/06/2026 67
  • 6
    Diserang Usai Kritik Proyek Pulau Kasu, Gubernur LIRA Kepri: Saya Tidak Singgung Suku atau Ras!
    16/06/202616/06/2026 65
Layanan Publik PLN Batam

gudangberita.co.id

Follow us on instagram

Jagat sepak bola tampaknya harus merevisi hierarki Jagat sepak bola tampaknya harus merevisi hierarki kekuatan mereka setelah laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026. Hasil imbang 0-0 antara raksasa Eropa, Spanyol, melawan tim debutan Cape Verde rupanya menjadi panggung pembuktian dogma baru: di atas langit Eropa, ternyata masih ada Harimau Malaya. Merasa di atas angin, sebuah media Malaysia tanpa ragu melempar headline provokatif "Malaysia Sudah Tunjuk Cara Bolosi Cape Verde". Narasi ini seolah menegaskan bahwa Spanyol "dengan deretan bintang mahal senilai triliunan rupiah" hanyalah sekumpulan pemain amatir yang kurang riset dan butuh "kuliah taktik" gratis dari Kuala Lumpur.

Kesombongan yang menggelitik ini dipicu oleh memori laga persahabatan Mei tahun lalu, di mana Malaysia sukses menahan imbang Cape Verde 1-1 melalui gol Paulo Josue. Ketika Alvaro Morata dan kolega dibuat pening tujuh keliling serta frustrasi oleh tujuh penyelamatan gemilang kiper veteran berusia 40 tahun, Vozinho, media jiran justru dengan bangga membusungkan dada. Mereka menilai skema serangan racikan Luis de la Fuente masih kalah cerdik ketimbang taktik Harimau Malaya yang terbukti ampuh menjebol gawang negara kepulauan Afrika tersebut. Spanyol secara tidak langsung diminta sadar diri bahwa trofi Piala Dunia 2010 mereka tidak ada apa-apanya dibanding formula rahasia dari Stadium Bola Sepak Kuala Lumpur.

Tinta emas yang ditorehkan Cape Verde di laga debutnya kini justru berbelok menjadi panggung komedi sepak bola berkat klaim sepihak dari negara jiran. Dengan nada sarkas yang kental, ulasan tersebut seolah menyarankan agar tim analis taktik sekelas Uruguay dan Arab Saudi segera mengunduh rekaman pertandingan Malaysia tahun lalu jika tidak ingin bernasib tragis seperti Spanyol. Pada akhirnya, laga ini bukan lagi soal kegagalan taktik La Roja, melainkan tentang bagaimana Malaysia berhasil memanfaatkan momen untuk mengajari mantan juara dunia cara bermain bola yang "benar".

#timnas #pialadunia2026 #malaysia #harimaumalaya
Sontekan maut Abdulelah Al Amri pada menit ke-41 b Sontekan maut Abdulelah Al Amri pada menit ke-41 benar-benar membuat Uruguay mandi keringat dalam laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami. Sejak awal babak pertama, "La Celeste" yang diunggulkan di atas kertas langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi penguasaan bola. Namun, keasyikan menyerang justru menjadi petaka bagi pasukan Marcelo Bielsa. Lewat situasi sepak pojok, Al Amri dengan cerdik menyambar bola muntah hasil sundulan Abdulhamid dan menjebol gawang Fernando Muslera. Gol mengejutkan ini seketika meruntuhkan kenyamanan Uruguay dan memaksa mereka turun minum dalam kondisi tertinggal 0-1.

Memasuki babak kedua, gol Al Amri memaksa Uruguay bermain dengan tensi tinggi dan memeras keringat lebih deras demi mengejar ketertinggalan. Dominasi total dilancarkan Federico Valverde dan kawan-kawan, sementara Arab Saudi memilih bermain sabar dan merapatkan barisan pertahanan. Uruguay nyaris frustrasi setelah peluang emas Manuel Ugarte membentur tiang gawang dan deretan penyelamatan gemilang dari kiper Arab Saudi, Mohammed Al Owais, terus mementahkan peluang mereka. Setelah berjuang habis-habisan menembus tembok kokoh The Green Falcons, upaya keras Uruguay baru membuahkan hasil pasca-water break lewat gol penyama kedudukan dari Maximiliano Araujo.

Meski berhasil menyamakan skor menjadi 1-1, sontekan maut Al Amri di babak pertama terbukti sukses merusak skenario kemenangan Uruguay. Di sisa waktu pertandingan termasuk masa injury time, La Celeste dipaksa terus berlari dan menggempur pertahanan Arab Saudi hingga peluit panjang berbunyi. Hasil imbang ini membuat Uruguay gagal mengamankan poin penuh yang sangat krusial. Alhasil, persaingan di Grup H langsung memanas sejak laga pertama, dengan seluruh tim mengemas satu poin sama setelah laga Spanyol melawan Tanjung Verde juga berakhir tanpa gol.

#pialadunia2026 #uruguay #arabsaudi #sepakbola
Waktu berjalan tanpa terasa, membawa kita pada ger Waktu berjalan tanpa terasa, membawa kita pada gerbang tahun yang baru. Bersama tenggelamnya matahari di akhir Zulhijjah, mari kita luruhkan khilaf yang lalu dan bersiap merajut taat yang lebih utuh di tahun 1448 Hijriah.

​Pergi ke laut memukat ikan,

Ikan didapat di Tanjung Pinang;

Selamat Tahun Baru Islam kita ucapkan,

Hati yang bersih pemicu tenang.

​Mari jadikan momen ini sebagai titik balik untuk mempertebal iman, memperbanyak amalan, dan menebar kedamaian bagi sesama.

​Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Semoga berkah Allah SWT senantiasa menyertai setiap langkah kita di tahun yang baru ini. Amin.

​#GudangBerita #TahunBaruIslam1448H #1Muharram
Mobilisasi masif ratusan warga dari berbagai pulau Mobilisasi masif ratusan warga dari berbagai pulau di Kecamatan Belakang Padang menuju Kantor LIRA Batam memicu tanda tanya besar mengenai siapa aktor intelektual di balik pergerakan tersebut. Kehadiran massa yang rela menyeberangi lautan menggunakan armada speedboat, lalu menyambung perjalanan darat dengan deretan mobil lori, jelas membutuhkan koordinasi logistik dan pendanaan yang tidak sedikit. 

Alih-alih murni karena panggilan hati membela harga diri, fenomena ini justru memperlihatkan indikasi kuat adanya pihak bermodal yang sengaja memobilisasi warga hinterland demi kepentingan tertentu. Kejanggalan ini makin menebal jika melihat substansi masalah yang memicu demonstrasi. 

Warga digerakkan untuk mengepung dan merusak kantor LSM yang mengkritik proyek pembangunan di Pulau Kasu, padahal proyek tersebut terindikasi cacat prosedur karena sudah berjalan sejak September 2025 tanpa Surat Perintah Kerja (SPK) yang jelas, bahkan menyisakan utang material hingga ratusan juta rupiah. 

Sungguh sebuah ironi yang dipaksakan ketika masyarakat pesisir justru dipakai sebagai tameng hidup untuk membela legalitas proyek yang bermasalah, bukannya menuntut transparansi dari kontraktor atau dinas terkait.

Upaya membenturkan warga dengan lembaga kontrol sosial ini memperkuat dugaan Gubernur LIRA Kepri, Yusril Koto, bahwa ada oknum pejabat atau pengusaha di Batam yang mulai gerah karena borok anggarannya mulai diusik. Memanfaatkan sentimen kedaerahan warga pulau adalah strategi klasik yang cerdik sekaligus licik untuk mengalihkan isu utama dari dugaan korupsi ke isu pencemaran nama baik. 

Pada akhirnya, sewa speedboat dan sewa lori yang membawa warga hari itu patut dicurigai. Apakah dibayar dengan uang swadaya masyarakat, atau didanai oleh "cukong" proyek siluman yang ketakutan kedoknya terbongkar?

#batam #batamhits_ #lirakepri #pulaukasu
Follow on Instagram

redaksi@gudangberita.co.id

Halaman

  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • About us
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Kategori
Gudangberita.co.id @2025
Gudangberita.co.id
  • Menu
    • Zona Headline
    • Batam Punya Cerita
    • Ape Kesah
    • Story Kepri
    • Polling
  • Kategori
    • Video
    • Natuna
    • Batam
    • Luar Negeri
    • Kepri
    • Nasional
    • Nusantara
    • Sepakbola
    • Politik
    • Indeks
  • Laman
    • Redaksi
    • About us
    • Kode Etik
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer