Gudangberita.co.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, melayangkan peringatan keras terhadap praktik culas dalam pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik mengungkap adanya laporan mengenai mitra yang nekat melakukan mark up harga bahan baku pangan dengan kualitas rendah.
Dalam keterangannya pada Kamis (26/2/2026), Nanik menegaskan bahwa pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh berkompromi dengan “mitra nakal” yang mencoba mencemari integritas program nasional ini.
Nanik mengingatkan para Kepala SPPG, pengawas keuangan, hingga pengawas gizi untuk tetap tegak lurus pada aturan. Ia menyoroti risiko hukum yang menanti jika Badan Pengawas Keuangan (BPK) menemukan adanya penggelembungan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Jangan pernah mau mengikuti kemauan, apalagi bekerja sama dengan mitra yang me-mark up harga. Mitra bisa ongkang-ongkang kaki, tapi Anda (pengelola SPPG) yang harus berhadapan dengan hukum,” tegas Nanik.
Untuk mencegah praktik monopoli, BGN kini mewajibkan setiap SPPG untuk melibatkan minimal 15 supplier bahan baku pangan. Hal ini bertujuan agar pasokan tidak didominasi oleh satu atau dua pemain besar yang diarahkan oleh mitra tertentu.









