Dadan mengatakan, jika pengadaan berjalan lancar maka rice cooker ini bakal didistribusikan mulai awal November. Dia mengatakan, tujuan dari program ini salah satunya untuk menekan impor LPG.
“Mungkin awal November sudah ya. Sudah awal November sudah mulai didistribusi. Jadi ini tujuannya tadi yang sering saya sampaikan untuk dorong pemanfaatan energi di rumah tangga, geser keperluan LPG yang sekarang impor kan, listrik dari dalam negeri,” katanya.
Lebih lanjut, Dadan mengatakan, saat ini pemerintah dalam proses menjaring pemasok untuk rice cooker tersebut. Dia mengatakan, pemasok rice cooker ini sendiri banyak. Ia pun menyebut salah satunya Maspion.
“Ya kan banyak, lihat saja di rumah kalau rice cooker itu produksi apa, ada Maspion, ada apa, ada apa,” katanya.
Dadan mengatakan, pengadaan rice cooker ini akan memanfaatkan e-katalog. Dengan demikian, kata Dadan, para produsen bisa menawarkan produknya.
“Kita pakai pengadaan pakai e-katalog nanti mereka akan menawar ke kita,” katanya.
Lanjut Dadan, pihaknya memperkenalkan program ini (market sounding) pekan lalu kepada produsen rice cooker. Dalam market sounding ini pihaknya menjelaskan cara kerja e-katalog dalam proses pengadaan.
“Mungkin minggu ini sudah mulai itu proses pengadaannya,” katanya.









