Jika harga menyentuh angka US$120, Indonesia harus menanggung beban tambahan belanja negara hingga Rp515 triliun pada tahun 2026. Angka fantastis ini meliputi:Pembengkakan subsidi BBM.
Peningkatan pembayaran kompensasi ke Pertamina.Beban subsidi listrik yang ikut terkerek naik.Selain fiskal, nilai tukar Rupiah juga terancam melemah akibat fenomena flight to quality, di mana investor menarik modal dari negara berkembang ke aset yang lebih aman.
Bukan hanya energi, sektor pangan juga berada dalam zona merah. Pelemahan kurs dan gangguan logistik akan memicu imported inflation pada komoditas seperti gandum, kedelai, dan daging.
“Masyarakat jelas tidak siap jika harga BBM dan inflasi pangan naik berlebihan secara bersamaan. Jika konflik ini meluas, banyak negara berkembang berisiko jatuh ke dalam krisis ekonomi,” tambah Bhima.
Praktisi migas Hadi Ismoyo menilai wafatnya Ayatollah Ali Khamenei bukan sekadar kehilangan kepala negara, melainkan simbol spiritual yang akan memicu “dendam bersayap” di seluruh kawasan Timur Tengah.
Analogi dengan peristiwa Karbala menggambarkan betapa dalamnya luka yang dirasakan pengikutnya, yang berpotensi memperpanjang masa penutupan Selat Hormuz dan mengunci pasokan energi dunia dalam waktu lama.










