Memasuki tahun kedua, arah kebijakan Cen Sui Lan bergeser lebih berani menuju industrialisasi. Pemerintah daerah tengah menyiapkan karpet merah bagi investasi melalui:
Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Pusat Logistik Berikat (PLB).
Pembangunan Refinery (Kilang) untuk menjadikan Natuna sebagai shorebase perusahaan migas dunia.
Usulan Bandara Sipil guna mempercepat mobilitas barang, orang, dan akses investasi.
“Kebijakan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi menciptakan multiplier effect bagi ekonomi warga, mulai dari lapangan kerja hingga industri turunan,” tegas sumber pemerintahan daerah.
Sadar akan posisi Natuna sebagai epicentrum geopolitik global, Cen Sui Lan juga fokus pada investasi manusia. Ratusan putra-putri asli Natuna dikirim ke berbagai perguruan tinggi terbaik untuk dipersiapkan mengisi pos-pos strategis di sektor energi dan industri masa depan.
Setahun pertama ini barulah fondasi. Tantangan sinkronisasi dengan pemerintah pusat dan dinamika Laut Natuna Utara tetap membayangi, namun arah baru Natuna sebagai pusat energi dan logistik nasional kini mulai terlihat nyata.













