Sei Ladi, daerah yang menjadi lokasi flyover, juga memiliki makna historis. Dalam bahasa Melayu, “Sei” berarti sungai, sementara “Ladi” diambil dari nama Laksamana Ladi. Penghormatan terhadap sosok ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kedaulatan dan identitas budaya.
Selain berdampak pada konektivitas dan ekonomi, proyek ini diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah lokal. “Kami tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga ingin menyampaikan nilai budaya dan sejarah kepada masyarakat Batam,” ujar Rudi.













