LinggaZona Headline

Rekonstruksi Pembunuhan Diana di Lingga: Detik-Detik Korban Dicekoki Miras dan Dicekik Jaka, Warga Ngamuk

34
×

Rekonstruksi Pembunuhan Diana di Lingga: Detik-Detik Korban Dicekoki Miras dan Dicekik Jaka, Warga Ngamuk

Share this article
Kapolres Lingga AKBP Pahala M Nababan saat memberikan keterangan di lokasi rekonstruksi pembunuhan Diana
Kapolres Lingga AKBP Pahala M Nababan saat memberikan keterangan di lokasi rekonstruksi pembunuhan Diana. (Foto: Yudiar)
banner 468x60

Melihat situasi yang memanas dan mengira akan terjadi pertikaian hebat, saksi BS langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Sementara itu, Diana hanya bisa terdiam membeku dikepung rasa ketakutan yang luar biasa.

Setelah terlibat cekcok hebat di Desa Tanjung Harapan, Jaka memaksa Diana untuk ikut dengannya kembali ke rumah kontrakan mereka yang berada di kawasan Setajam. Di sinilah tempat terjadinya puncak tragedi berdarah tersebut.

BACA JUGA:  Beda Identitas di Kijang dan Dabo: Mengapa Safitri Yana Dikenal Sebagai Diana yang Tertutup?

Di rumah kontrakan Setajam, Jaka menyusun siasat keji. Sebelum mengeksekusi korban, pelaku mencekoki Diana dengan minuman beralkohol secara paksa. Hal ini membuat kondisi fisik Diana melemah drastis hingga tidak berdaya untuk melakukan perlawanan.

Dalam kondisi lemas dan tak bertenaga itulah, Jaka dengan tega menghabisi nyawa Diana secara sadis.

Kapolres Lingga, AKBP Pahala M. Nababan, mengonfirmasi bahwa seluruh adegan yang diperagakan oleh tersangka Jaka dalam rekonstruksi ini telah sesuai dengan bukti-bukti ilmiah yang dikantongi oleh pihak kepolisian.

BACA JUGA:  Pembatasan Medsos Anak: Antara Proteksi Negara dan Tanggung Jawab Literasi yang Terabaikan

“Berdasarkan hasil otopsi memang sesuai dengan adegan saat pelaku menekan bagian leher korban menggunakan tangan,” tegas Pahala M. Nababan di lokasi rekonstruksi, Senin (18/5/2026).

Proses rekonstruksi ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian karena mengundang perhatian masif dari masyarakat setempat. Ratusan warga yang memadati lokasi rekonstruksi tidak mampu membendung amarah mereka melihat kekejaman Jaka.