Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa seluruh proses perencanaan, eksekusi, hingga pembuangan jasad kini berhasil divisualisasikan melalui 57 adegan.
Kopda FH Berperan Besar: Danai Peralatan hingga Bayar Upah Rp 45 Juta
Salah satu fakta yang paling mencuri perhatian adalah peran oknum anggota TNI, Kopda FH alias Feri. Dari rekonstruksi, terlihat jelas ia ikut merancang operasi penculikan.
Pada adegan ke-21, Feri memberikan Rp 350 ribu kepada eksekutor untuk membeli lakban hitam, masker, handuk kecil, dan rokok — perlengkapan yang kelak digunakan untuk mengikat dan menutup wajah korban.
Setelah aksi penculikan selesai, Feri kembali memberikan Rp 45 juta sebagai upah kepada tersangka Eras Musuwalo, tepat di dalam mobil Calya yang ia tumpangi bersama oknum TNI lain, Serka Franky alias Pace.
Pelat Nomor Ditutup Lakban, Dua Mobil Bergerak ke Lokasi Korban
Rekonstruksi juga memperagakan bagaimana para pelaku mengerahkan dua unit mobil untuk menghampiri korban di Pasar Rebo. Dalam perjalanan, tersangka menutup dua angka pelat mobil dengan lakban agar tidak mudah dikenali.
Sesampainya di lokasi, mobil pertama diparkir di belakang mobil korban, sementara mobil lainnya berhenti tepat di sisi kanan.







