“Ketika tidak ada rekomendasi pelatih, ya tidak bisa kita proses. Mungkin itu yang menyebabkan Djenna merasa seperti itu. Tapi kita punya prinsip, semua pemain yang akan diproses harus berdasarkan rekomendasi pelatih,” ujar Arya melalui akun Instagram resminya.
Djenna sendiri sebelumnya sempat mengikuti pemusatan latihan Timnas Putri Indonesia di Jepang, namun setelahnya tidak ada kelanjutan signifikan dari proses naturalisasinya.
Kehadiran Djenna sempat memunculkan harapan baru untuk kebangkitan sepak bola putri Indonesia. Berstatus sebagai pemain aktif di klub Eropa, ia dipandang sebagai salah satu talenta yang bisa mengangkat performa Timnas Putri di kancah internasional.
Namun, keputusan mengejutkan ini menjadi tamparan bagi pengelolaan sistem naturalisasi di tubuh federasi. Banyak netizen dan pecinta sepak bola menyoroti pentingnya profesionalisme dan komunikasi yang terbuka dalam menangani calon pemain diaspora.













