Ia menekankan pentingnya pengelolaan pabrik mini dilakukan secara profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, BUMDes Kelanga tidak cukup hanya memproduksi sagu mentah, melainkan harus mampu mengembangkan produk turunan bernilai jual lebih tinggi untuk memperluas pasar dan menciptakan lapangan kerja baru di tingkat desa.
Pemerintah Kabupaten Natuna, lanjut Cen Sui Lan, siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan usaha desa, termasuk membuka akses pasar, pendampingan usaha, hingga penguatan daya saing produk sagu lokal agar mampu bertahan dalam jangka panjang.
Selain menyoroti aspek ekonomi, Cen Sui Lan juga mengingatkan pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang tertib dan transparan. Ia menekankan perlunya pembaruan data terpadu hingga tingkat rukun tetangga (RT) agar setiap program dan bantuan pemerintah tepat sasaran. Fungsi pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga diminta berjalan optimal melalui sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Sementara itu, Camat Bunguran Timur Laut, Tarmizi, menjelaskan bahwa pabrik mini tersebut menggantikan proses pengolahan sagu yang sebelumnya dilakukan secara tradisional. Dengan penggunaan mesin, proses produksi menjadi lebih higienis dan efisien, khususnya pada tahap pengolahan sagu basah.







