PLN Batam juga mengambil langkah proaktif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang memengaruhi pasokan energi berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
“Lesson learned dari pemenuhan kebutuhan energi listrik memberikan pelajaran penting bagi kami untuk merancang strategi yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Keberhasilan relokasi ini tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi yang erat antara berbagai entitas dalam PLN Group, termasuk PLN Persero DITMKIT, PLN UIP3S Sulawesi, PLN NPS, dan PLN E.
Kerja sama lintas entitas ini menjadi salah satu kunci sukses dalam menyelesaikan proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi dalam waktu yang relatif singkat.
PLN Batam juga menegaskan bahwa sinergi yang telah terbangun ini akan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan kelistrikan di masa depan.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi antar-entitas PLN Group untuk menjawab kebutuhan energi nasional dengan solusi yang efisien dan inovatif,” ungkapnya.
Dengan penyelesaian proyek ini, PLN Batam berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemerataan dan keberlanjutan pasokan listrik di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah timur yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi tinggi.













