“Pergantian tahun ini adalah ajang kontemplasi. Kita melihat kembali apa yang telah dilakukan dan menatap masa depan dengan optimistis. Keberagaman yang kita miliki adalah kekuatan untuk membangun harmoni yang indah,” ujar Amsakar di tengah kemeriahan acara.
Nuansa merah lampion dan ornamen khas Tionghoa yang menghiasi sepanjang jalan di Lubukbaja memberikan dampak positif bagi denyut ekonomi di kawasan tersebut. Pertunjukan barongsai dan atraksi seni budaya tidak hanya memukau warga, tetapi juga menarik minat wisatawan yang sedang berkunjung ke Batam.
Menko AHY dalam kunjungannya menyebut bahwa atmosfer di Nagoya malam itu membuktikan Batam sebagai kota multikultural yang damai. Ia berharap semangat Harmoni Imlek Nusantara ini dapat memperkuat persatuan bangsa demi mewujudkan pembangunan yang merata.
Perayaan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini ditutup dengan suasana penuh kehangatan, di mana warga dari berbagai latar belakang etnis saling berjabat tangan dan memberikan ucapan selamat tahun baru, menandai dimulainya lembaran baru tahun 2577 dengan penuh suka cita.







