Kisah InspiratifZona Headline

Pernah Jadi Calo Tiket, Rusdi Kirana Sukses Bangun Maskapai Low Cost Terkemuka di Indonesia

354
×

Pernah Jadi Calo Tiket, Rusdi Kirana Sukses Bangun Maskapai Low Cost Terkemuka di Indonesia

Share this article
Rusdi Kirana, bos Lion Air. (Foto: ist)
banner 468x60

Rute pertama Lion Air adalah Jakarta-Pontianak dengan harga Rp 300 ribu. Harga tersebut jatuh di bawah harga kompetitor yang mematok tarif seharga Rp 1,1 juta. Lalu, tak lama berselang dibuka juga rute Jakarta-Manado yang biasanya seharga Rp 2,1 juta dibuat menjadi Rp 400 ribu.

Awalnya banyak yang menduga bisnisnya bakal bangkrut, tetapi kenyatannya tidak. Malah, Lion Air makin moncer karena jadi alternatif masyarakat untuk bisa terbang.

BACA JUGA:  Gambut Singkep Barat Masih Membara, Bahaya Terselubung Ini Berada 500 Meter dari Rumah Warga

Pada 2004 Lion Air sudah mengoperasikan 23 pesawat terbang. Tiap harinya Lion Air melayani dengan 130 penerbangan di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Jumlah pesawat pun kemudian juga terus bertambah lagi.

Sebelum pandemi, pesawat-pesawat Lion Air mendominasi terminal 1 di Bandara Soekarno-Hatta. Sebab, Lion Air juga membawahi beberapa maskapai seperti Wings Air, Batik Air, Lion Bizjet, Malindo Air (Malaysia), dan Thai Lion Air (Thailand).

BACA JUGA:  Suplai Air Mati Total di Belasan Wilayah Batam, Begini Update Terbaru dari Lokasi Perbaikan

Kesuksesan inilah membuat Lion Air menyebut dirinya sebagai maskapai penerbangan berbiaya rendah. Jargonnya “We Make People Fly.”

Bahkan, pada 2018 tercatat maskapai ini sudah mengangkut 36,8 juta penumpang. Atau secara persentase menjadi pilihan 35% penumpang yang ingin berpergian dari pulau ke pulau, dari kota ke kota.