Penerbangan transit rute Jakarta–Batam–Natuna ini sebelumnya sudah diwarnai kejanggalan sejak siang. Salah seorang penumpang, Agung, mengaku sudah menduga adanya masalah armada ketika penumpang asal Jakarta diminta turun dari pesawat saat transit di Batam—sebuah hal yang tidak lazim pada penerbangan normal.
Dugaan tersebut terbukti setelah fisik pesawat NAM Air dipindahkan dari apron utama Bandara Hang Nadim. Petugas lapangan akhirnya mengakui bahwa penerbangan terpaksa dibatalkan karena armada mengalami gangguan teknis dan masih harus menunggu pengiriman suku cadang (spare part) dari Jakarta.
Usai mendapat desakan dan protes gelombang lanjutan dari para penumpang terkait hak makan malam serta kepastian jadwal terbang pengganti, pihak manajemen akhirnya melayani proses evakuasi penumpang menuju penginapan sembari menunggu kepastian penerbangan ke Ranai, Natuna pada Minggu esok.














