Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengaturan penjualan tiket dan pengendalian jumlah penumpang maupun kendaraan yang diizinkan naik ke kapal.
Pasalnya, aspek keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikompromikan demi menghindari risiko yang dapat membahayakan penumpang.
Keterlambatan keberangkatan yang terjadi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat yang bergantung pada transportasi penyeberangan Jagoh–Penarik, terutama mereka yang memiliki kepentingan pekerjaan, pendidikan, maupun pelayanan lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak operator KMP Paray maupun instansi terkait mengenai penyebab keterlambatan keberangkatan, alasan penjualan tiket tetap berlangsung saat kapasitas kapal telah penuh.







